Sebelum dibawa ke rumah potong ayam, peternak ayam pun perlu mengetahui kapan waktu yang tepat dalam panen ayam potong. Hal ini bertujuan agar mampu menghasilkan daging ayam yang memiliki kualitas terbaik. Di dalam menentukan masa panen ini, terdapat beberapa faktor yang harus anda perhatikan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Hal yang Mempengaruhi Masa Panen Ayam Potong

3 Faktor Yang Berpengaruh Pada Masa Panen Ayam Potong, Peternak Wajib Tahu

1. Kesehatan Pada Ayam

Ketika ayam terserang penyakit, hal ini menyebabkan ayam harus dipanen dalam waktu yang cepat atau lebih awal. Tentunya terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari hal tersebut. Diantaranya adalah untuk mengurangi biaya pengobatan maupun biaya ransum ketika ayam sedang sakit.
Hal ini juga dikarenakan ketika ayam sakit akan terjadi penurunan bobot bahkan hingga kematian pada ayam. Untuk mencegah kerugian, biasanya ayam broiler yang sakit colibacillosis dalam usia 33 hari akan dipanen terlebih dahulu. Umumnya ayam jenis ini akan memiliki masa panen yakni 35 hari.
Akan tetapi, peternak juga bisa untuk memanennya lebih awal dan membawanya menuju ke rumah potong ayam. Oleh karena itu, dengan adanya kondisi tersebut, lebih baik ayam dipanen terlebih dahulu dibandingkan diobati. Sebab, bobot ayam broiler sudah hampir mencapai berat penjualan.

2. Harga Jual yang Ada di Pasaran

3 Faktor Yang Berpengaruh Pada Masa Panen Ayam Potong, Peternak Wajib Tahu

Selain masalah kesehatan pada ayam, ada hal lain juga yang mempengaruhi masa panen. Diantaranya adalah harga jual yang ada di pasaran. Dengan harga ayam yang naik turun di pasaran, tentunya akan berpengaruh pada hasil jual panen ayam. Untuk itu, hal tersebut juga akan menjadi penentu dari umur panen ayam.
Ketika harga jual ayam sedang naik naiknya seperti hari besar agama yang mana banyak orang mencari daging ayam, tentunya saja masa pemeliharaan dan perawatan pun akan dipersingkat. Sehingga ayam broiler tersebut bisa dipanen lebih cepat dan dibawa ke rumah potong ayam.
Hal ini memiliki tujuan agar penjual ayam nantinya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih berlipat. Tentunya keuntungan yang didapatkan tersebut dapat digunakan sebagai subsidi apabila sewaktu waktu harga ayam sedang mengalami penurunan. Mengingat harga daging ayam di pasaran memang sangatlah fluktuatif.
Oleh karena itu, ketika harga ayam sedang rendah maka peternah juga bisa mempertimbangkan untuk merawat dan memelihara ayam tersebut dengan lebih lama. Akan tetapi, masa perpanjangan pemeliharaan ini juga tetap harus mengacu pada bobot ayam dan juga nilai konversi dari ransum yang telah diperoleh.

3. Disesuaikan Dengan Permintaan Konsumen

Hal lain yang perlu diperhatikan saat ingin menentukan masa panen adalah melihat permintaan konsumen. Umumnya ayam akan dipanen pada umur 30 hingga 35 hari dengan bobot 1.5 hingga 2 kilo gram. Akan tetapi, sebagai peternak ayam, anda juga bisa menyesuaikan masa panen dengan keinginan dari konsumen.
Sehingga anda bisa membawa ayam yang siap dipanen ke rumah potong ayam pada saat siap dipanen. Pasalnya pada daerah tertentu ada yang menyukai ayam dengan bobot yang lebih berat atau bobot yang lebih kecil yakni 1 kg saja. untuk konsumen rumah tangga umumnya akan menyukai bobot yang lebih rendah. Sedangkan untuk restoran lebih suka ayam dengan bobot yang berat.
Untuk itu, sebagai penjual ayam anda pun perlu mengetahui masa panen yang tepat. Ditambah lagi saat anda memiliki RPA, usahakan anda juga mempunyai mesin flake penghasil es batu yang akan berguna untuk membuat daging ayam lebih awet dan segar ketika sampai di tangan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *