Menurut data dari Badan Pusat Statistik, penduduk Indonesia mampu mengonsumsi daging ayam mencapai 12,79 kg/kapita per tahunnya. Angka ini tentu menunjukkan bagaimana begitu diminatinya bahan makanan tersebut. Sehingga membuat rumah potong ayam juga harus memadai untuk memenuhi kebutuhan ini. Berikut alur proses rumah potong ayam yang perlu diketahui.

Persiapan Pemotongan Ayam

Pentingnya Kehadiran Mesin Flake

Persiapan pemotongan ayam ini meliputi proses penangkapannya di kandang, pengiriman dari peternakan ke rumah potong ayam, serta penanganannya di rumah potong ayam (RPA) itu sendiri. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, sebelum ayam dari peternakan boleh disembelih. Yaitu ayam bukan termasuk bibit, tidak dalam keadaan lelah, dan harus dalam kondisi sehat.

Dan sebelum masuk ke proses penyembelihan, ayam perlu untuk diistirahatkan terlebih dahulu minimal satu jam tergantung dari iklim, jenis transportasi yang digunakan untuk mengangkut ayam, serta jarak dari peternakan dengan rumah potong tersebut. Hal ini dilakukan agar ayam tidak stres, karena ayam yang stres bisa mengurangi kualitas dagingnya.

Proses Pemotongan Ayam

Alur proses rumah potong ayam selanjutnya yaitu proses pemotongan, dimana stunning atau pemingsanan adalah tahap yang biasa dilakukan pada RPA modern. Pemingsanan ini memiliki tujuan untuk mempermudah proses penyembelihan, dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh hewan tersebut.

Dilansir dari laman LPPOM MUI, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa menyebutkan bahwa stunning ini termasuk dari animal welfare atau kesejahteraan hewan sehingga diperbolehkan. Barulah selanjutnya penyembelihan halal dilakukan oleh yang berwenang di rumah potong ayam tersebut. Kemudian ayam digantung agar darah keluar sempurna.

Pasca Pemotongan Ayam

Setelah darah dipastikan tidak lagi keluar, maka ayam dicelupkan ke dalam air panas atau dikenal dengan istilah scalding. Tujuannya yaitu untuk mempermudah pencabutan bulu, dimana lama pencelupan serta suhu air yang digunakan sendiri tergantung dari kondisi ayam tersebut. Ayam muda dan kalkun membutuhkan suhu 50-54°C selama 30 sampai 45 detik.

Sementara ayam tua membutuhkan 65-80°C selama 53 detik, dan ayam broiler membutuhkan 50-54°C selama 30 detik. Setelah itu dilanjutkan proses pencabutan bulu secara manual, yang disempurnakan dengan pencabutan menggunakan pinset untuk bulu jarum kecil. Alur proses rumah potong ayam berikutnya dilanjutkan dengan pengeluaran organ dalam pada ayam.

Penyiapan Karkas

Pentingnya Kehadiran Mesin Flake

Ini bisa dibilang tahap terakhir pada rangkaian proses pemotongan ayam. Karkas merupakan bagian badan ternak yang telah melalui proses sembelih, dikuliti, dan dikeluarkan. Karkas dipotong sesuai pesanan klien dan dicuci hingga bersih. Pencucian ini menggunakan air bersuhu 5 hingga 10°C, dengan kadar klorin 0,5 hingga 1 ppm agar pertumbuhan bakteri bisa ditekan.

Setelah dicuci bersih sampai bagian kotoran yang menempel hilang, karkas harus dikemas dengan baik untuk melindunginya dari kerusakan dini baik itu kerusakan fisik maupun perubahan kimiawi. Dengan packaging dan labeling yang apik, maka produk daging ayam pun bisa terhindar dari kontaminasi mikroorganisme, dan mempunyai kualitas bagus.

Pendinginan dan Penyimpanan Produk

Pendinginan dan penyimpanan produk menjadi alur proses rumah potong ayam yang tidak boleh dilewatkan. Pasalnya pengemasan dalam plastik atau styrofoam saja tidak bisa mencegah bakteri berkembang dalam waktu lama. Sehingga karkas atau produk daging ayam yang siap didistribusikan, perlu dibekukan terlebih dahulu.

Dalam hal ini, RPA bisa menggunakan mesin flake untuk menghasilkan es berbentuk serpihan yang digunakan untuk mendinginkan karkas. Bentuk flake atau serpihan dari es bisa langsung diaplikasikan untuk membekukan daging ayam. Bahkan mesin flake dapat menghasilkan es sekitar 5 ton per harinya, sehingga bisa mencukupi kebutuhan.

Meski dalam keadaan dibekukan, bukan berarti daging ayam ini kehilangan nilai gizinya. Bahkan bisa dibilang bahwa kualitasnya dapat terjaga dengan bantuan dari proses pendinginan tersebut. Sebab bakteri pada daging ayam tidak bisa berkembang, yang membuat proses pembusukan pun tidak terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *