Vaksin termasuk produk yang membutuhkan perawatan khusus agar kualitas di dalam kandungannya tidak berubah. Harus disimpan dalam ruangan khusus, oleh sebab itu cold room storage memiliki peran penting dalam hidup manusia. Tidak dapat dioperasikan secara asal, oleh sebab itu kenali aturan penggunaannya sebagai sarana penyimpanan terlebih dahulu.

Informasi Sekilas Tentang Cold Storage

Sebelum diberikan kepada mereka yang membutuhkan, vaksin terlebih dahulu disimpan dalam cold storage yang mampu menampung dalam jumlah besar. Sebagai sarana penyimpanan vaksin, tentu saja ada beberapa aturan yang harus dipenuhi demi menjaga kualitasnya tetap terjaga. Apa saja aturan dalam mengoperasikan cold storage ?

Pertama tama, cold room umumnya mampu menampung sekitar 5 ribu liter hingga 100 liter vaksin dalam satu waktu. Daya tampung yang tinggi, mengharuskan pengelola mampu mengatur suhu agar tetap ideal sesuai kebutuhan vaksin yang disimpan di dalamnya. Oleh sebab itu, ruangan ini diatur dalam ruhu berkisar +2°C hingga +8°C.

Umumnya cold room storage satu ini dikhususkan untuk menyimpan vaksin campak, TT, DPT, TT, Hepatitis B, BCG, serta DPT – HB. Tidak berbeda dengan freeze room, dimana ruangan khusus penyimpanan vaksin ini umumnya mampu menampung 5 ribu liter hingga 100 ribu liter vaksin disaat yang bersamaan.

Yang membedakan cold room dan freezer room terletak pada pengaturan suhunya. Sesuai dengan pemberian namanya, freeze room diatur dengan suhu mencapai -15°C hingga -25°C. Umumnya ruangan yang sangat dingin ini digunakan untuk menyimpan vaksin polio hingga siap didistribusikan ke berbagai lokasi yang membutuhkannya.

Perlu diketahui bahwa ruangan penyimpanan vaksin sebenarnya hanya ada di tingkat provinsi saja. Oleh sebab itu, ruangan tersebut dibuat dengan kapasitas yang mampu menampung hingga ribuan vaksin. Selain itu, ruangan tersebut umumnya digunakan dalam jangka waktu hingga puluhan tahun lamanya.

Aturan Mengoperasikan Cold Storage

Cold Room Storage Sebagai Sarana Penyimpanan Vaksin

Suhu dingin membantu menjaga kandungan di dalam vaksin tetap terjaga. Secara otomatis dapat disimpulkan bahwa cold room storage harus selalu beroperasi selama 24 jam penuh tanpa pernah berhenti. Mesin penghasil suhu dingin tentunya membutuhkan arus listrik dengan daya yang mencukupi untuk melakukan tugasnya.

Sebenarnya cold storage sendiri memiliki banyak fungsi. Selain difungsikan sebagai tempat penyimpanan vaksin, ruangan bersuhu rendah ini juga beroperasi sebagai tempat menyimpan sekaligus membekukan bahan makanan hingga barang lainnya. Namun Anda tidak boleh mencampurkan bahan makanan dengan vaksin.

Umumnya ruangan pendingin tersebut dilengkapi dengan berbagai komponen mesin yang saling bekerjasama untuk hasilkan suhu ideal sesuai pengaturan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa ruangan pendingin khusus penyimpan vaksin harus selalu beroperasi selama 24 jam penuh tanpa pernah beristirahat.

Oleh sebab itu, ruangan ini dilengkapi dengan genset manual atau otomatis yang bisa diandalkan ketika sumber daya listrik utama terputus. Ruangan ini juga dilengkapi dengan satu termometer yang dapat ditemukan pada luar dinding ruangan pendingin. Berkat adanya termometer, staf dapat melakukan pengecekan suhu ideal agar tetap sesuai standar.

Demi memudahkan penggunaan, bahkan ruangan ini telah dipasang dengan alarm kontrol yang akan mengeluarkan suara peringatan saat suhu ruangan berada di bawah standar. Ketika diperhatikan seksama, Anda dapat menyadari bahwa cold room storage dilengkapi dengan dua cooling unit yang akan bekerja bergantian. Menarik bukan ?

Cold storage memiliki segudang fungsi bagi kebutuhan manusia, salah satunya untuk menyimpan vaksin. Tentu saja ada beberapa aturan sebelum ruangan tersebut difungsikan sebagai penyimpanan vaksin. Mulai dari pengaturan suhu hingga kapasitas penyimpanan perlu diperhatikan. Ketika semua aturan dipenuhi dengan sempurna, otomatis ruangan siap digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *