pengolahan dan pengawetan ikan

Saat ini ikan menjadi salah satu bahan makanan pokok untuk sebagian masyarakat Indonesia khususnya daerah disekitar pesisir pantai dan menjadi pelengkap hidangan untuk lauk oleh masyarakat Indonesia pada umumnya selain tahu, tempe, sayur, daging (ayam/sapi). Umumnya masyarakat mengkonsumsi ikan sebagai pilihan alternatif untuk memperkaya asupan gizi agar beragam. Salah satu jenis ikan yang menjadi favorit dikalangan masyarakat kelas menegah dan kebawah adalah ikan Tongkol. Ikan Tongkol banyak dikonsumsi oleh masyarakat tidak lain karena rasanya yang lezat dan tentunya dengan harga yang murah yakni per kilonya hanya Rp. 30.000 saja (berbeda-beda antar daerah), namun biasanya dalam satu keluarga hanya membutuhkan paling kisaran seperempat kilogram saja atau jika dirupiahkan hanya Rp. 7.500.  

Ditinjau dari segi kemanfaatan untuk tubuh manusia, ikan secara umum mengandung protein hewani belum lagi unsur vitamin dan mineral lainnya. Berbicara soal zat gizi yang terkandung dalam sebuah ikan penting bagi kita untuk memperhatikan tata pengelolaan dalam hal pengolahan dan pengawetan ikan itu sendiri. Ikan hasil tangkapan nelayan akan disalurkan kepada pengepul untuk selanjutnya akan dijual kembali ke masyarakat, dalam jangka waktu sekian jam bahkan sampai berganti hari jika ikan yang dijual belum habis, jangan sampai ketika kita membeli ikan di pasar justru mendapatkan kualitas ikan yang kurang baik. Jadi setelah ikan ditangkap dan mati maka sebenarnya ikan akan mengalami proses menuju pembusukan maka dari itu tujuan mengetahui tentang cara pengolahan dan pengawetan ikan yang baik dan benar sangat penting dalam rangka memaksimalkan kualitas ikan konsumsi kendati durasi penyimpanan bahkan bisa sampai berminggu-minggu 

Pengolahan dan pengawetan ikan menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh semua lapisan masyarakat agar semakin peduli dengan kesehatan, karena tidak mungkin kita menyajikan makanan dengan kualitas yang buruk untuk dikonsumsi oleh keluarga, tetangga saudara atau konsumen rumah makan (jika Anda adalah seorang pengusaha). Ada banyak macam cara untuk memperpanjang kualitas ikan saat penyimpanan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam upaya pengolahan dan pengawetan ikan, setiap cara memiliki kelebihannya masing-masing. Sebetulnya tidak hanya untuk menjaga kualitas ikan saja melainkan bisa juga untuk menambah nilai kemanfaatan dari ikan itu sendiri. Perbedaan antara pengawetan dan pengolahan ikan terletak pada segi rasa, jika hanya diawetkan saja ikan tidak akan mengalami perubahan rasa yang signifikan sedangkan untuk pengolahan akan sedikit banyak mengubah rasa ikan aslinya. Namun masih banyak yang menganggap bahwa pengawetan dan pengolahan merupakan hal yang serupa. 

Baca juga: Cara Memulai Usaha Budidaya Ikan Konsumsi

Contoh Pengawetan Ikan 

  • Pendinginan 
  • Pembekuan 
  • Pengalengan 

Contoh Pengolahan Ikan 

  • Pengaraman 
  • Pengeringan 
  • Pengasaman 
  • Pengasaman 
  • Fermentasi 

Demikianlah tadi penjelasan mengani beberapa jenis pengolahan dan pengawetan ikan yang bisa kami informasikan kepada Anda semoga dapat menambah wawasan mengenai penanganan ikan.