Tidak bisa dipungkiri lagi jika es balok memiliki fungsi yang tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat. Es yang digunakan untuk pendingin bahan makanan segar seperti ikan ini, ternyata diproduksi dengan mesin es balok yang besar. Bagi Anda yang tertarik, sebenarnya ada dua sistematika yang digunakan untuk mesin pembuat es tersebut. Berikut adalah informasinya.

Prinsip Pembuatan Es Dengan Sistem Brine

Sistem yang pertama ini merupakan metode yang paling banyak digunakan. Salah satu alasannya adalah rendahnya biaya operasional yang digunakan. Namun bukan berarti prosesnya mudah. Sistem brine menitik beratkan proses pembekuan dengan menggunakan media perantara berupa cairan brine, atau yang lebih dikenal dengan cairan air garam.

Mengapa garam? Fungsi dari garam itu sendiri adalah untuk menurunkan titik beku air, sehingga proses pendingin cetakan es bisa berjalan lebih cepat. Mesin jenis ini akan memiliki suatu komponen bernama tank air garam (brine tank). Fungsi dari tank ini adalah untuk wadah air dan garam yang akan didinginkan. Rasio dari air dan garam tersebut 4:1.

Kemudian, mesin es balok dengan sistem brine akan berjalan dengan proses pendingin dan panen yang akan berjalan terus menerus. Proses tersebut juga disebut sebagai cycle system. Untuk menunjang proses yang terus berjalan, maka digunakan cetakan es khusus yang terbuat dari bahan stainless steel atau galvanis.

Prinsip Pembuatan Es Dengan Sistem Langsung (Direct)

Jenis Mesin Es Balok

Untuk sistem langsung, Anda bisa menggaris bawahi prinsipnya yang lebih mudah dibandingkan dengan brine. Hal tersebut karena cetakan es dan airnya akan didinginkan secara langsung oleh refrigerant (bagian pendingin). Tidak diperlukan media perantara lainnya, sehingga proses kerjanya akan lebih cepat dan lebih mudah. Saat es telah selesai dibekukan, maka akan siap untuk dipanen.

Semudah itu, bahkan sistem ini juga dianggap lebih unggul karena memiliki sistem batch. Yang dimaksud dengan sistem batch adalah proses panen atau pembuatan dilakukan dalam satu kali kerja. Jadi, semua cetakan es akan langsung dipanen secara bersamaan. Bisa dikatakan, proses pembuatan akan berjalan sekaligus tanpa harus melalui sistem mesin es balok cycle.

Tidak hanya itu saja, produksi es dari sistem ini digadang gadang lebih higienis dan sesuai dengan food grade. Dengan demikian, es yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi karena prosesnya lebih higienis tanpa adanya bahan brine dan cetakan aluminium. Tapi sayangnya, sistem direct ini memiliki beban di biaya operasi dan perawatan yang cenderung lebih tinggi.

Metode mana yang harus dipilih?

Lantas manakah yang paling cocok untuk Anda pilih? Jika Anda berniat untuk membuka bisnis produksi es, maka ada baiknya untuk memilih sesuai kebutuhan produksi. Jika tidak keberatan dengan biaya operasional, sistem direct adalah pilihan terbaik. Selain proses yang lebih higienis dan mudah, hasil akhirnya pun digadang gadang lebih sehat untuk dikonsumsi.

Namun jika Anda mempertimbangkan biaya operasional dan produktivitas yang lebih cepat, mungkin mesin es balok brine bisa menjadi pilihan terbaik. Anda bisa melakukan produksi es sesuai dengan kuantitas, tanpa harus mencetak dalam batch tertentu. Bisa dikatakan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, yang mana bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Itulah kedua jenis sistem yang kerap digunakan untuk membuat es berbentuk balok. Pada dasarnya, sistem pada mesin es berbentuk balok memang bisa disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Untuk itulah, terdapat sistem brine atau air garam dan direct. Selain prinsip, kedua sistem itu memiliki perbedaan besar di bagian biaya operasional dan efektivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *