Budidaya Ikan Konsumsi

Budidaya Ikan Konsumsi

Siapa yang tidak pernah makan ikan, rasanya seluruh masyarakat di seluruh dunia pernah menyantap daging sapi, termasuk juga masyarakat di Indonesia juga pasti pernah menyantap ikan. Mengingat Indonesia merupakan salahsatu  negara dengan luas wilayah laut terbesar di dunia maka tak heran juga bahwa Indonesia juga merupakan eksportir ikan konsumsi terbesar ketiga di dunia setlah China dan Indoa, beberapa hasil tangkapan jenis ikan yang paling diminati di dunia dari Indonesia adalah Tuna, Cakalang, Udang dan Cumi/Sotong. Negara pengimpor ikan dari Indonesia diantaranya Jepang, Hongkong, Vietnam, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Berdasarkan fakta tersebut pangsa pasar ikan sebagai komoditas ekonomi sangatlah penting dan untuk itu masih terbuka lebar bagi siapapun yang ingin memulai budidaya ikan konsumsi sebagai pilihan mata pencaharian. 

Untuk memulai bisnis budidaya ikan konsumsi tidak harus berlokasi dipinggir pantai namun, kita bisa mencari alternatif budidaya ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti Ikan Gabus, Gurame, Lele dan masih banyak lagi. Potensi bisnis ikan air  tawar untuk konsumsi ini terbilang menjanjikan kedepannya karena menurut data yang dirilis oleh FAO atau Organisasi Pangan dan Pertanian dari PBB menyebutkan bahwa pada tahun 2021 konsumsi ikan per kapita di dunia diperkirakan akan mencapai 19,6 kg per tahun. Walaupun memang mayoritas jenis ikan konsumsinya lebih banyak dari ikan laut namun saat ini produksi ikan air tawar juga meningkat produksinya seiring juga banyaknya permintaan alternatif pangan ikan.Sedangkan menurut data yang dirilis oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) pada tahun 2018 disebutkan bahwa pada tahun 2018 konsumsi ikan nasional mencapai angka 50 kg per kapita. Hal ini menjadi angin segar untuk para pengusaha ikan secara keseluruhan baik ikan laut maupun ikan air tawar baik untuk usaha jual-beli/ekspor maupun industri pengolahan ikan. 

Berdasarkan beberapa fakta diatas dapat disimpulkan bahwa peluang usaha budidaya ikan konsumsi memiliki prospek yang mennjanjikan kedepannya, sehingga terbuka bagi siapapun untuk menggeluti bisnis ini. Untuk memulainya tidaklah terlalu sulit khususnya bagi Anda yang memiliki halaman rumah yang tidak terlalu luas, tempat yang terbatas ini bisa dimaksimalkan untuk peletakan kolam yang terbuat dari terpal. Kolam terpal menjadi solusi terbaik untuk kegiatan pembudidayaan ikan air tawar dengan keterbatasan lahan selain itu praktis dapat dpindah-pinahkan. Berikut ini ada beberapa tips untuk Anda yang ingin memulai usaha budidaya ikan konsumsi agar hasilnya efektif dan efisien: 

-Pemilihan Lahan Terbuka 

Alasan mengapa lokasi peletakan kolam terpal sebaiknya ditempatkan diluar ruangan adalah agar suplai cahaya matahari khususnya dipagi hari agar bisa masuk ke dalam kolam, dengan masuknya cahaya matahari tersebut bisa membantu pertumbuhan ikan lebih maksimal. 

-Pemilihan Benih Yang Berkualitas 

Pemilihan benih ikan yang baik imbasnya menjadikan ikan yang siap dipanen memiliki bentuk rupa yang bagus serta berat yang cukup, untuk itu beberapa cara dalam memilih biit ikan yang berkualitas diantaranya adalah dengan memilih benih ikan yang aktif berenang di dalam kolam, pilihlah ukuran bibit ikan yang berukuran sama/seragam dan selalu pertimbangakan reputasi penjual bibit ikan, karena paling tidak dengan memilih penjual bibit ikan yang bereputasi baik dan dikenal maka akan selalu menjaga kualitas. 

-Memperhatikan Kualitas Air 

Hal ini jelas dan wajib dilakukan untuk menjaga stabilitas kesehatan ikan yang ada di kolam, tentu saja imbasnya ikan yang sehat dan lincah akan membuat pertumbuhan dan produkstivitas dari ikan itu sendiri akan stabil. Imbasnya hasil panen yang didapatkan nantinya akan memuaskan. 

-Pembersihan Kolam Secara Berkala 

Melakukan pembersihan kolam secara teratur dan berkala akan menghindarkan ikan terserang penyakit, khususnya ketika masih dalam tahap pembibitan dimana benih ikan membutuhkan kondisi kolam yang benar-benar bersih, air yang ada didalam kolam harus jernih dan tidak berbau. 

-Perbandingan Ikan Terhadap Kolam 

Ikan membutuhkan kondisi kolam yang layak dalam arti banyaknya populasi ikan di dalam kolam berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan karena kondisi kolam yang terlalu padat akan membatasi ruang gerak ikan sehingga Anda harus menyesuaikan sendiri berapa populasi ikan yang seimbang dengan luas area kolam/ 

Dalam hitungan kasar kami memberikan contoh modal budidaya Ikan Nila, alasan kami merekomendasikan Ikan Nila untuk di budidayakan adalah Nila memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit serta dapat menyesuaikan diri terhadap cuaca dan lingkungan berubah-ubah maka kondisi semacam ini membuat Ikan Nila cocok untuk di budidayakan di iklim Indonesia. Berikut ini adalah rincian modal yang diperlukan: 

-Pembelian kolam terpal, penggunaan kolam terpal menyesuaikan budget yang Anda miliki misalnya kolam terpal ukuran diameter 1 meter dijual seharga 1 juta rupiah 

-Pembelian benih harga 50-100 rupiah per ekor yang berukuran 3 centimeter, disini Anda perlu membeli 500-6000 ekor benih ikan, alokasi dana untuk benih ikan 250-500 ribu rupiah. 

-Pembelian pakan, untuk pakan terbagi atas 2 jenis yakni pakan pelet dan pakan alami, Pakan pelet bisa dibeli di pasar hewan kisaran harganya 20 ribu-50 ribu rupiah per kemasan sedangkan pakan alami bisa didapatkan dengan mudah dan murah seperti kangkung, daun talas, lumut, sisa nasi, dll. Ikan Nila adalah Omnivora yang berarti pemakan segala. 

-Pembelian vitamin dan obat, walaupun Ikan Nila tergolong hewan yang tahan penyakit dan perubahan cuaca namun Anda perlu mengalokasikan dana sekitar 25-50 ribu rupiah. 

Jadi Anda harus menyediakan modal setidaknya 1,5 – 2 juta rupiah untuk operasional budidaya Ikan Nila. 

Masih ada satu hal yang penting yang harus Anda pikirkan dalam menjalankan usaha budidaya ikan konsumsi dalam hal ini permasalahan ketika setelah panen ikan kemudian di distribusikan ke tengkulak maupun ke pasar, terkadang ada Ikan yang belum terserap semuanya atau habis terjual dalam waktu yang singkat. Artinya Anda perlu memiliki ruang pendingin untuk menyimpan dan mengawetkan Ikan yang belum habis terjual pada saat hari pemanenan. 

Cold Room

Ruang Pendingin Serbaguna

Baca juga: Beberapa Jenis Pengolahan & Pengawetan Ikan

Koller Indonesia menyediakan Cold Room (Ruang Pendingin) dengan ukuran yang dapat menyesuaikan kebutuhan begitu juga dengan temperatur suhu antara 5 sampai -40 derajat celsius, walaupun begitu kami juga menyediakan berbagai ukuran yang bisa dipilih mulai dari kapasitas 3 ton sampai 60 ton sedangkan untuk pembelian Custom dengan ukuran dimensi mengikuti permintaan Anda bisa kami penuhi dengan menghubungi CS kami di nomor 082298808180/082197678585 (WA/Telp). Dengan senang hati kami akan membantu Anda.