Banyak orang yang berpikir bahwa daging ayam segar jauh lebih baik bila dibandingkan dengan ayam beku. Sehingga mungkin beberapa RPA yang langsung berada di pasar untuk dijajakan, tidak menyediakan mesin flake penghasil es untuk membekukan hasil potongan ayam. Namun apakah daging ayam segar memang selalu lebih baik dari ayam beku ? Intip ulasannya berikut.

Ayam Segar VS Ayam Beku

Daging Ayam Segar VS Daging Ayam Beku di RPA

Mungkin secara psikologis, mayoritas orang akan menilai bahwa daging ayam yang segar jauh lebih baik bila dibandingkan dengan daging ayam beku. Selain itu sebagian besar orang akan lebih sering membeli daging yang segar, sebab jenis ini jauh lebih banyak dan mudah untuk ditemukan di pasar tradisional.

Padahal sebenarnya daging ayam segar tidak selalu lebih baik dari daging ayam beku. Karena daging ayam yang baru saja melalui proses pemotongan, sangat rentan terhadap kuman, bakteri, dan penyakit. Risiko ini cukup besar pada ayam yang masing mengandung darah dan belum dibersihkan, sebab mikroba menyukai lingkungan tersebut untuk berkembangbiak.

Berbeda halnya bila anda menggunakan mesin flake untuk menghasilkan es dan membekukan daging ayam tersebut. Bentuk es flake membuatnya jauh lebih mudah dan cepat berada pada kondisi beku secara merata. Sehingga membuat bakteri dan kuman tidak bisa tumbuh dan berkembangbiak di sana.

Bahkan menurut Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, daging yang sesuai kaidah kesehatan merupakan daging yang sudah tidak mempunyai kandungan darah. Dengan kata lain ini berarti darah ayam telah dikeluarkan, lalu diproses dan dibekukan. Daging yang dibekukan ini tentu telah melalui berbagai proses agar aman untuk dikonsumsi.

Memang daging ayam yang dibekukan juga tidak serta merta langsung terbebas dari bakteri. Bakteri pada daging ayam yang baru saja dipotong atau disembelih pasti tetap ada, akan tetapi bakteri tersebut tidak berkembang. Contoh penangannya yaitu ayam yang telah disembelih, dagingnya dibersihkan terlebih dahulu kemudian dibekukan menggunakan es dari mesin flake.

Gizi di Dalam Ayam Beku

Daging Ayam Segar VS Daging Ayam Beku di RPA

Banyak yang bertanya tanya, akankah gizi pada daging ayam tetap sama bila daging tersebut dibekukan. Sejatinya baik daging ayam beku dan daging ayam segar mempunyai gizi yang sama, dan tidak berubah jika penangannya tetap. Untuk daging ayam segar, maka harus langsung dibersihkan dan diolah agar aman dikonsumsi.

Untuk daging ayam beku dalam keadaan utuh bisa bertahan hingga 12 bulan pada suhu -18 derajat celcius. Sementara yang telah dipotong potong seperti di swalayan, bisa bertahan hingga 9 bulan lamanya. Jadi tujuan dari pembekuan ini hanya untuk memperpanjang umur simpan dari daging ayam tersebut, sehingga penting untuk diketahui oleh tempat RPA.

RPA atau rumah potong ayam yang menjadi pemasok dari swalayan mungkin telah paham mengenai hal ini. Karena dalam perjalanan menuju ke swalayan atau supermarket tersebut, tentu daging ayam harus dalam kondisi beku agar kualitasnya tetap terjamin sampai ke tujuan. Untuk kebutuhan pembekuan ayam dalam skala besar, anda tidak perlu menyiapkan es balok.

Karena cukup banyak ditemukan RPA yang memanfaatkan es balok untuk proses pembekuan. Dengan mesin flake atau ice flake machine, anda bisa menghasilkan es berbentuk pecahan yang dapat dengan mudah membekukan daging secara merata. Ini tentu bisa menghemat waktu dan biaya, sebab es balok sendiri harus dipecah pecah terlebih dahulu sebelum digunakan.

Jadi sebenarnya baik ayam segar maupun ayam beku baik untuk dikonsumsi apabila dilakukan penanganan yang tepat. Dalam hal ini, para pengusaha rumah potong ayam harus menghadirkan produk ayam beku. Sebab daging ayam ini nantinya perlu didistribusikan kembali ke swalayan atau pasar, sebelum dibeli dan diolah oleh konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *