Bagi Anda yang bekerja di bidang kesehatan tentu tidak asing dengan cold room storage. Ruangan penyimpanan berbagai barang seperti bahan makanan hingga vaksin ini mengeluarkan suhu udara yang cukup dingin. Suhu udara yang rendah membantu kandungan di dalam makanan dan vaksin tetap terjaga. Untuk mengenalnya lebih dalam, simak ulasan berikut.

Mengenal Lebih Dekat dengan Cold Storage

Sesuai dengan namanya, cold storage merupakan ruang penyimpanan barang maupun logistik yang dilengkapi dengan mesin penghasil udara dingin. Suhu udara yang rendah membantu menjaga kesegaran dari barang yang disimpan di dalamnya. Ruangan ini dapat diatur dari suhu 5°C hingga -40°C yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Anda bisa mengatur suhunya sekitar 5°C hingga -15°C apabila ingin mempertahankan kesegaran barang atau logistik saat disimpan di dalam ruangan tersebut. Sedangkan suhu -5°C hingga -25°C lebih cocok digunakan untuk membekukan barang maupun logistik. Silahkan atur pada suhu -25°C hingga -40°C apabila hendak melakukan pembekuan ekstrim.

Perbedaan suhu juga tergantung dari luas dan bentuk cold room storage yang digunakan untuk memaksimalkan penggunaan mesinnya. Selain cold storage, masih ada beberapa jenis ruang pendingin lainnya yang tidak kalah penting diketahui. Mulai dari Chiller Freezer, Blast Freezer hingga Box Freezer memiliki fungsi serupa yaitu sebagai ruang pendingin.

Tidak hanya berfungsi sebagai pendingin dan penyimpanan barang atau logistik semata, pasalnya ruangan yang kedap terhadap udara tersebut dapat melindungi barang dari benda asing seperti debu maupun bakteri jahat. Sedangkan perbedaan beberapa jenis ruang pendingin tersebut hanya terletak pada ukuran dan bentuknya semata.

Pertimbangan Sebelum Menentukan Kualitas Cold Storage

Mengenal Cold Room Storage Serta Pertimbangan Sebelum Membelinya

Umumnya vaksin tidak kuat menahan suhu yang terlalu rendah, sehingga Anda harus mengaturnya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui volume ruangan pendingan yang dibutuhkan agar dapat menampung vaksin yang dibutuhkan. Semakin banyak jumlah vaksin yang harus disimpan, maka Anda membutuhkan cold room storage berkapasitas tinggi.

Menghitung kapasitas ruang penyimpanan memanglah penting dilakukan, namun desainnya sendiri tidak kalah penting dipertimbangkan. Dengan penggunaan desain tepat, diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan ruang penyimpanan. Alhasil vaksin dapat disimpan dengan aman dan menunggu hingga digunakan kepada penderita yang membutuhkan.

Sistem pendinginan cold storage dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu kompresor, evaporator, kondensor, sert expansion device. Keempat komponen tersebut memiliki fungsi dan peranan yang berbeda, dan saling bekerjasama untuk menghasilkan suhu rendah sesuai keinginan penggunanya. Sehingga Anda harus memastikan setiap komponen bekerja dengan baik.

Kestabilan suhu dalam ruangan benar benar harus diperhatikan. Sebab perubahan suhu sedikit saja ditakutkan dapat mempengaruhi kualitas dari vaksin itu sendiri. Selain merusak barang yang disimpan di dalamnya, hal ini juga dapat merusak mesin pendinginnya sendiri. Sebelum terjadi kerusakan, penting untuk memberikan perawatan rutin sebagai alternatifnya.

Memastikan setiap komponen mesinnya tetap bersih, adalah salah satu langkah perawatan yang bisa diberikan agar cold room storage tetap terjaga. Apabila terjadi perubahan suhu di beberapa lokasinya, maka Anda harus menempatkan produk sesuai kebutuhannya. Karena vaksin tidak kuat berada di suhu yang terlalu rendah, maka Anda harus mengatur suhunya kembali seperti semula.

Vaksin mengandung antigen serupa dengan antigen penyebab dari penyakit itu sendiri. Antigen tersebut telah dikendalikan terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam ruangan pendingin agar tetap terjaga keawetannya. Pentingnya vaksin bagi sang penderita, oleh karenanya penting untuk menjaga kualitasnya tetap sama seperti sebelum diberikan kepada tubuh manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *