Vaksin termasuk salah satu produk kesehatan yang membutuhkan cold room storage untuk menjaga kualitasnya tetap terjaga. Walaupun nama tempat penyimpanannya sudah tidak asing di telinga, nyatanya masih banyak yang tidak memahami fungsi hingga beragam jenisnya. Untuk mengenalnya lebih dalam, silahkan simak ulasan singkat berikut.

Jenis Jenis Cold Storage

Sebenarnya cold storage terdiri dari 4 tipe berbeda yang terdiri dari freezer room, chiller room, blast freezer dan blast chiller. Khusus untuk chilled room dan freezer room dibuat khusus untuk menyimpan barang atau produk yang tahan terhadap suhu tertentu. Sedangkan kedua tipe selanjutnya difungsikan untuk mendinginkan suatu produk dengan suhu tertentu.

Untuk mengenal keempat jenis cold storage, mari kupas satu per satu terlebih dahulu. Dimulai dari Chilled room, dimana ruangan ini umumnya diatur dengan temperatur 1°C hingga 7°C. Alhasil ruangan ini lebih cocok digunakan sebagai tempat menyimpan berbagai bahan makanan mulai dari sayur sayuran atau buah buahan.

Berkat cold room storage ini, setidaknya bahan makanan dapat bertahan kurang lebih 2 bulan lamanya. Uniknya ruangan ini umumnya dilengkapi dengan thawing room yang dapat membantu meningkatkan temperatur ruangan hingga 10°C, sebelum bahan makanan segar tersebut masuk ke dalam proses pengolahan selanjutnya.

Freezer room

Mengenal Jenis Cold Room Storage Dan Tips Membuatnya

Freezer room umumnya diatur dengan temperatur suhu -15°C hingga mencapai -20°C. Setidaknya dalam suhu tersebut, barang ataupun bahan makanan yang tersimpan akan membeku, sehingga kecepatan pembusukan dapat ditekan dengan baik. Rendahnya suhu membuatnya lebih cocok digunakan sebagai tempat penyimpanan susu, keju, daging, dan bahan makanan sejenisnya.

Blast chiller lebih cocok sebagai tempat mendinginkan makanan yang telah melewati proses dimasak dalam waktu yang singkat. Ruangan pendingin ini umumnya diatur dengan suhu mulai dari 1°C hingga -4° saja. Walaupun tidak sedingin freezer room, namun pengaturan temperatur suhu tersebut sudah cukup membantu makanan tetap awet terjaga.

Sedangkan blast freezer umumnya digunakan oleh perusahaan industri yang bergerak di bidang olahan makanan. Sebab jenis cold room storage ini mampu mendinginkan bahan baku yang disimpan di dalamnya dalam waktu singkat. Kecepatan membuat makanan segar menjadi beku, karena ruangan tersebut diatur dalam suhu -20°C hingga -35°C.

Walaupun umum digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan segar, ternyata blast freezer juga ampuh mencegah pertumbuhan bakteri hingga mengurangi kadar air. Bahkan nutrisi di dalam suatu produk terjaga dengan baik karena mengalami pembekuan sempurna. Tentu saja keuntungan ini bisa didapatkan ketika kualitas ruangannya terjaga.

Kesimpulannya keempat jenis ruangan penyimpanan tersebut umumnya digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri perikanan, industri es, penyimpanan sayur dan buah buahan, dan tidak terkecuali untuk menyimpan vaksin. Dengan pengaturan suhu tepat, dijamin kualitas vaksin tetap terjaga dengan baik dan siap digunakan kapanpun dibutuhkan.

Tips Membuat Cold Storage

Jika Anda hendak membuat cold room storage khusus untuk menyimpan vaksin, maka penting untuk mengetahui beberapa faktor terlebih dahulu. Mulai dari temperatur suhu ideal untuk penyimpanannya, desain ruangan, hingga kelengkapan fitur yang tersedia perlu diperhitungkan secara matang agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai di tangan yang membutuhkannya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa secara garis besar keempat jenis ruangan pendingin tersebut memiliki fungsi serupa. Hanya saja setiap jenisnya diatur dengan temperatur berbeda, sehingga akan lebih efektif jika disesuaikan dengan kebutuhan. Jika vaksin yang hendak disimpan tidak tahan terhadap suhu terlalu rendah, maka meletakkannya di chiller room adalah pilihan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *