Vaksin merupakan salah satu zat yang memang sengaja dibuat dengan fungsi untuk menjaga kekebalan tubuh akan sebuah penyakit. Tentu saja, di dalam proses penyimpanannya, vaksin tidak bisa untuk disimpan di sembarang tempat. Umumnya, vaksin membutuhkan tempat penyimpanan khusus yakni pada cold room storage. Mengapa? Simak ulasan berikut ini.

Mengapa Vaksin Perlu Disimpan Pada Suhu Tertentu?

Jika berbicara mengenai vaksin, maka zat ini adalah salah satu yang sengaja dirancang agar mampu membentuk kekebalan pada tubuh seseorang. Dengan begitu, orang tersebut akan terhindar dari penyakit tertentu. Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 30 vaksin yang telah diciptakan sejak adanya konsep vaksinasi yang dilakukan oleh Edward Jenner di tahun 1796.

Namun, tahukah anda bila terdapat langkah langkah khusus untuk menyimpan vaksin? Hal tersebut dikarenakan orang awam tak bisa menyimpannya di sembarang tempat. Terdapat suhu khusus yang digunakan untuk menyimpan benda satu ini. umumnya, vaksin akan disimpan dengan suhu yakni 2 hingga 8 derajat celcius.

Sehingga, dibutuhkan cold room storage agar vaksin tetap dapat disimpan dengan aman dan bisa digunakan. Untuk penyimpanannya sendiri, vaksin tergolong mudah dalam sistem penyimpannya. Sedangkan untuk masa bertahan vaksin pun sekitar tiga tahun lamanya. Dalam contohnya adalah vaksin Sinovac yang akan didistribusikan sebagai vaksin untuk mencegah virus corona.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menyimpan Vaksin

Mengintip Alasan Mengapa Anda Perlu Menyimpan Vaksin di Cold Room Storage

Selain disimpan pada suhu tertentu, ternyata vaksin juga memiliki aturan tersendiri di dalam penyimpanannya. Hal tersebut dikarenakan ketika menyimpan vaksin tidak boleh untuk terkena paparan sinar matahari secara langsung. Pasalnya, hal ini akan membuat vaksin menjadi rusak.

Kemudian, sebaiknya di dalam menyimpan vaksin haruslah dibedakan antara jenis satu dengan jenis yang lain. Contohnya saja, ketika anda ingin menyimpan vaksin untuk polio dan juga vaksin untuk penyakit lain. Maka kedua vaksin tersebut harus disimpan pada cold storage room yang berbeda pula.

Hal ini bertujuan agar nantinya petugas tidak salah ambil vaksin ketika ingin menggunakannya. Kesalahan tersebut tentu saja akan menjadi fatal. Sebab, ketika seseorang salah mengambil vaksin, maka hal tersebut akan menimbulkan dampak pada orang yang divaksin dan bisa mengurangi jumlah vaksin yang lain.

Tak hanya itu saja, ada hal lain yang perlu untuk diperhatikan terutama di dalam hal penataan. Pasalnya, pengaturan atau penataan vaksin tersebut juga dapat dilakukan dengan tingkatan tertentu. Salah satunya adalah tingkatan akan sensitivitas terhadap suhu. Selain itu, penataan tersebut juga perlu untuk disesuaikan dengan manajemen vaksin.

Contohnya saja, vaksin corona yang rencananya akan didistribusikan ke masyarakat di Indonesia. Disini, vaksin tersebut juga memiliki aturan tertentu. Dimana vaksin corona sinovac memiliki aturan peletakan tidak boleh terlalu dekat dengan evaporator rak pendingin.

Sehingga, meskipun disimpan pada cold storage room, vaksin tersebut juga memiliki aturan tersendiri. Sehingga, vaksin tidak rusak ketika sampai ke penerima. Selain itu, petugas pun harus tetap menjaga agar suhu vaksin tetap stabil dan tidak berubah seperti yang telah dianjurkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan secara rutin setiap harinya.

Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan pada aturan penyimpanan vaksin. Vaksin sendiri memang harus disimpan pada lemari pendingin. Hal tersebut bertujuan agar vaksin tetap terjaga dan serta tidak rusak hingga sampai ke tangan penerima. Oleh karena itu, petugas pun perlu memperhatikan beberapa hal agar vaksin bisa tetap didistribusikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *