Bisnis rumah potong ayam menjadi salah satu jenis usaha yang kian diminati lantaran keuntungannya yang berlipat. Namun, di dalam memulai usaha ini, anda juga perlu untuk memperhatikan beberapa hal. Persaingan bisnis yang ketat menjadikan anda perlu tahu model usaha seperti apa yang harus anda jalankan.

Mengenali Persaingan Usaha Dari Ternak Ayam

Mengintip Model Usaha Ternak Ayam Potong yang Harus Diketahui Pebisnis

Umumnya usaha ternak ayam potong ini akan dilakukan di pinggiran kota ataupun pedesaan. Hal ini tentu saja dikarenakan beberapa faktor. Sebut saja seperti jauh dari pemukiman penduduk dan lahan yang ada di desa maupun pinggiran kota cenderung lebih luas dibandingkan dengan di tengah kota.

Dengan memilih tempat yang jauh dari pemukiman penduduk bertujuan agar bau kotoran dari ayam tidak mengganggu aktivitas dari warga sekitar. Ketika anda melakukan ternak ayam di perkotaan, tentunya akan memiliki tingkat persaingan usaha yang cenderung lebih kecil.

Hal ini tentunya berbanding terbalik ketika anda mulai menjalankan bisnis ini di pedesaan. Pasalnya, banyak warga pedesaan yang menjalankan usaha ini turun temurun dalam waktu yang lama. Tingkat persaingannya pun juga semakin ketat. Untuk itu sebagai alternatif, bagi anda yang menjalankan bisnis ini di desa bisa sekaligus mendirikan rumah potong ayam.

Usaha Ternak Ayam yang Bekerja Sama Dengan Perusahaan

Dalam mengakali usaha ternak ayam tersebut, pebisnis haruslah memiliki model yang berbeda. Salah satunya adalah bekerja sama dengan perusahaan. Model satu ini sangat cocok bagi anda yang ingin menjalankan usaha namun tidak mempunyai modal yang besar. Syarat utama yang diperlukan untuk mendirikan ini hanyalah mempunyai kandang, lokasi usaha dan tenaga kerja.

Biasanya untuk bibit ayam dengan jumlah yang banyak, pakan ayam, hingga berbagai bentuk pelatihan tentang cara beternak ayam potong akan dilakukan dan diberikan oleh perusahaan secara gratis. Hal ini tentu saja menjadi salah satu hal yang menguntungkan bagi anda yang pemula di dalam bisnis ini.

Akan tetapi, untuk harga jual yang diajukan untuk dibawa ke rumah potong ayam tentunya harus sesuai dan ditentukan oleh perusahaan. Umumnya, perusahaan tersebut nantinya akan membawa semua hasil panen dari ayam tersebut. Sehingga, anda tidak perlu repot repot untuk memasarkannya.

Model Usaha Ayam Ternak Mandiri

Selain bekerja sama dengan perusahaan, bagi anda yang ingin memulai usaha ternak ayam secara mandiri pun tentu saja bisa. Namun, untuk memulai bisnis ini memang akan dibutuhkan modal yang besar. Sebab, anda harus menyiapkan semuanya secara mandiri dan dari awal.

Sebut saja kebutuhan seperti menentukan lokasi, pembuatan kandang, bibit ayam, pakan dan juga pemasaran daging ayam akan dilakukan sendiri. Lebih baik, anda memiliki rumah potong ayam sekaligus. Sehingga panen dari ternak ayam yang anda hasilkan tersebut bisa langsung dibawa menuju ke rumah pemotongan ayam yang dimiliki.

Meskipun terlihat membutuhan modal yang besar, namun nantinya anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat. Terlebih lagi, anda bisa menentukan harga pasar yang bersaing karena mulai ternak hingga proses pemotongan ayam dilakukan secara sendiri tanpa ada kerja sama dengan orang lain.

Di dalam memasarkan daging ayam agar tetap segar hingga sampai ke tangan pengunjung, ada baiknya anda memiliki mesin flake. Mesin satu ini dapat menghasilka es batu yang berkualitas sehingga anda pun bisa menjaga daging ayam agar tetap segar. Dengan begitu, daging ayam yang anda hasilkan akan memiliki kualitas yang terbaik dan pastinya segar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.