Cold room storage merupakan ruangan pendingin yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Selain dimanfaatkan untuk menyimpan bahan makanan hingga barang tertentu, ternyata ruangan penyimpanan ini juga digunakan untuk menyimpan vaksin. Agar tidak salah langkah, berikut tips menyimpan vaksin dengan benar.

Memahami Suhu Ideal Penyimpanan Vaksin

Sejak vaksin masuk ke dalam gudang penyimpanan hingga didistribusikan, sebaiknya simpan produk tersebut ke dalam cold storage. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas vaksin tetap terjaga sebelum akhirnya digunakan kepada mereka yang membutuhkan. Tentunya ruangan pendingin tersebut harus diatur dengan suhu ideal sesuai dengan standar yang telah berlaku.

Misalnya ketika hendak mengirimkan vaksin antar provinsi, otomatis ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Khusus pengiriman vaksin polio, Anda harus menyimpannya pada freeze room dengan pengaturan suhunya sekitar -15°C hingga -25°C. Sedangkan untuk jenis vaksin lainnya dapat disimpan pada cold room bersuhu 2°C hingga 8°C saja.

Perlakukan khusus dalam pengiriman vaksin antar kabupaten atau kota sebenarnya tidak berbeda berbeda. Pasalnya vaksin polio harus disimpan dalam freezer dalam suhu -15°C hingga – 25°C, sedangkan jenis vaksin lainnya bisa disimpan pada cold room bersuhu 2°C hingga 8°C. Pastikan pengaturan cold room storage telah dilakukan dengan tepat sesuai kebutuhan.

Sangat berbeda dengan suhu ideal pengiriman vaksin ke berbagai puskesmas terdekat. Sebab semua jenis vaksin dapat disimpan pada ruangan pendingin bersuhu 2°C hingga 8°C. Hanya beberapa vaksin Hepatitis B harus mendapatkan penanganan khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Pasalnya Anda hanya perlu memastikan vaksin tersengat sinar matahari langsung.

Terhitung sehari sebelum pelarut vaksin digunakan, produk ini harus disimpan dalam ruangan dengan suhu 2°C hingga 8°C, dan pastikan tidak terpapar sinar matahari langsung. Selain itu, pengelola harus memastikan masa kadaluarsa vaksin dan memastikan waktu pendistribusiannya tepat waktu sesuai ketentuan.

Alat Pembawa Vaksin

Tips Menyimpan Vaksin Dalam Cold Room Storage

Jika sebelumnya mengulas suhu ideal dalam penyimpanan vaksin, kini saatnya memahami alat pembawa vaksin agar sampai ke tangan yang tepat. Setidaknya ada dua alat pembawa vaksin yang umum digunakan yaitu cold box dan vaccine carrier. Cold box merupakan alat penyimpanan sementar ketika vaksin dipindahkan dari cold room storage.

Umumnya alat satu ini memiliki volume kotor sekitar 40 liter dan 70 liter. Menurut bahan pembuatannya sendiri, cold box dibagi menjadi dua jenis yakni cold box dari bahan plastik dan cold box dari kardus yang dilengkapi dengan insulasi poliuretan.

Sedangkan vaccine carrier merupakan alat yang digunakan untuk mengirimkan vaksin dari puskesmas ke posyandu terdekat. Alat pembawa vaksin ini dapat mempertahankan suhu ruangan sekitar +2°C hingga +8°C dengan baik. Berkat alat ini, vaksin bisa sampai di tangan yang membutuhkan dengan selamat dan bisa segera digunakan.

Dalam proses distribusi vaksin, tentu Anda harus mempertahankan suhunya demi menjaga kualitas produk di dalamnya. Namun tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mengandalkan cold pack dalam bentuk cair maupun beku sebagai solusinya. Berkat alat tersebut, suhu di dalam ruang penyimpanan tetap terjaga hingga sampai di tujuan.

Cold pack kotak dingin beku merupakan wadah khusus yang terbuat dari plastik berbentuk segi empat. Wadah pengganti cold room storage berisi air bersih lalu dibekukan dalam freezer bersuhu hingga -25°C. Sedangkan cool pack kotak dingin cair merupakan wadah plastik yang diisikan dengan air yang didinginkan dengan suhu +2°C hingga +8°C dalam waktu lebih dari 24 jam.

Berdasarkan informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap jenis vaksin memerlukan perawatan berbeda agar kualitasnya tidak mengalami penurunan. Bahkan perawatan sudah dilakukan sejak vaksin masuk ke dalam ruangan pendingin hingga sampai di tangan yang membutuhkannya. Dengan memahami informasi dasar tentang penyimpanan, membantu vaksin sampai dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *