Melihat banyaknya usaha fried chicken di Indonesia, menggambarkan bahwa ayam adalah salah satu bahan makanan yang paling digemari oleh masyarakat tanah air. Tentu ini mengakibatkan usaha rumah potong ayam juga meningkat, dan kebutuhan akan mesin flake pun juga demikian. Berikut gambaran alur proses yang umumnya ada di setiap RPU (rumah potong unggas).

Alur Proses di Rumah Potong Ayam

1. Proses Pertama di RPU

Biasanya sebelum unggas atau dalam hal ini yaitu ayam memasuki ruang potong, maka terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan dokumen terkait dengan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) dari asal daerah unggas tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah ayam yang akan diolah memiliki kondisi yang baik, tidak berisiko penyakit dan lain lain.

Petugas yang berwenang pada RPU tersebut akan mengecek dari mana asal daerah dari ayam yang masuk, dan berapa jumlah keseluruhannya. Bila nantinya ditemukan ayam yang berisiko, maka segera akan dipisahkan dengan yang lain agar tidak menularkan penyakit. Sehingga proses selanjutnya sebelum menggunakan mesin flake juga berjalan lancar.

2. Proses Kedua di RPU

Ayam ayam yang telah dinyatakan dalam kondisi sehat, wajib untuk diistirahatkan sejenak kurang lebih 2 hingga 3 jam. Hal tersebut bertujuan untuk memulihkan kondisi unggas ini, karena ayam juga bisa stres setelah melalui perjalanan yang panjang. Kondisi ayam yang stres tersebut dinilai dapat menyebabkan kualitas dagingnya menurun.

Saat masih dalam truk dan hendak diistirahatkan ini, para ayam tersebut akan disiram menggunakan air oleh beberapa pekerja. Penyemprotan air dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi hawa panas dari tubuh ayam, setelah hewan ini seharian berada di perjalanan dan berdesak desakan dalam truk pengangkut.

3. Proses Ketiga di RPU

Mengulik Alur Proses di Rumah Potong Ayam

Proses selanjutnya adalah melakukan cek kesehatan ayam. Hal ini tetap wajib dilakukan, meski di awal pintu masuk sudah dilakukan cek SKKH dari daerah asal. Karena pengecekan dalam proses ini dilakukan langsung oleh dokter hewan, dan nantinya akan dilakukan dua tahap. Yakni sebelum pemotongan dan sesudah dipotong atau sebelum menggunakan es dari mesin flake.

Pengecekan kesehatan oleh dokter hewan dilakukan dua kali dengan sebab, ayam yang berada dalam kondisi setengah sakit mungkin tidak terlihat di bagian luar. Namun setelah dipotong nantinya bisa dilihat kondisi dari jeroannya. Baru setelah dinyatakan sehat, maka ayam akan melalui proses pemotongan dan pencabutan bulu.

4. Proses Keempat di RPU

Proses selanjutnya yakni ayam akan dicuci hingga bersih menggunakan air yang mengalir. Para pekerja akan mencuci ayam sembari mengeluarkan jeroannya, jadi dalam tahap pencucian ini unggas tersebut sudah bersih dari jeroan. Berikutnya ayam akan dipotong potong menjadi beberapa bagian, sesuai dengan permintaan dari konsumen.

Dan biasanya para pekerja akan memotong motongnya lalu mengumpulkannya pada bagian yang sama. Misalnya paha dengan paha, dada dengan dada, kepala dengan kepala, dan lain sebagainya. Nantinya daging ayam yang sudah dipotong potong dan dikumpulkan ini akan dimasukkan dalam sebuah wadah atau kantong plastik.

5. Proses Kelima di RPU

Setelah dimasukkan ke dalam kantong plastik, maka ayam ini harus didinginkan baik saat penyimpanan maupun proses pendistribusiannya. Dengan begitu, maka kualitas daging ayam akan tetap terjaga sampai proses pengolahan menjadi masakan di tangan konsumen rumah tangga. Tentu di sini RPU akan membutuhkan mesin flake untuk membuat es batu.

Pengawetan frozen food seperti daging ayam memang sangat membutuhkan es. Namun karena es yang dibutuhkan dalam skala yang cukup besar, tentu membeli es batu bukan menjadi pilihan. Oleh karena itu ice flake machine menjadi pilihan untuk dihadirkan. RPU yang mempunyai mesin ini sendiri, dapat melakukan pengawetan terhadap produk dengan jauh lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *