Ketika anda ingin memulai bisnis rumah potong ayam, tentunya anda perlu tahu bagaimana standarisasi yang berlaku pada usaha satu ini. hal tersebut memiliki tujuan agar nantinya anda bisa menjalankan bisnis tersebut dengan baik. Untuk itu, berikut ini akan diulas beberapa standarisasi karkas ayam broiler yang tak boleh anda sepelekan.

Mengenal Standarisasi Dari Karkas Ayam Broiler

Pebisnis Wajib Tahu, Berikut 4 Standarisasi Karkas Ayam Broiler

1. Harus Anti Bakteri

Standar pertama yang harus diketahui pebisnis ketika ingin mendirikan usaha satu ini adalah untuk selalu memastikan bahwa daging karkas ayam tersebut dalam keadaan anti bakteri. Hal yang dimaksudkan adalah di dalam daging ayam tersebut jangan sampai terdapat bakteri di dalamnya.
Sebab, ketika terdapat bakteri di dalam daging ayam dan kemudian manusia mengonsuminya, hal ini akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Sebut saja seperti gangguan pada saluran pencernaan. Sehingga terkadang terdapat inspeksi yang dilakukan penguji untuk mendeteksi apakah daging tersebut mengandung bakteri atau tidak.

2. Ukuran Daging

Selain daging yang diharuskan lolos uji bakteri, bagi anda yang ingin menggeluti bisnis rumah potong ayam ini juga perlu memperhatikan ukuran dari daging karkas ayam. Ukurannya sendiri yakni terdapat tiga macam. Pertama adalah ukurn kecil yang sekitar 1 kilogram, ukuran sedang dan yang terakhir ukuran besar dengan lebih dari 1.3 kilorang.

Ketika peternak ingin untuk memaksimalkan bobot dari karkas ayam ini, tentunya anda juga membutuhkan teknik beternak ayam broiler yang benar. Sehingga nantinya ketika ayam telah memasuki masa panen, maka daging ayam tersebut akan memiliki bobot yang telah mencapai batas normal.

3. Perhatikan Umur Ayam

Di dalam memotong ayam juga tidak boleh sembarangan, sebab terdapat umur dan kapan waktu yang tepat ayam tersebut dipotong. Ketika anda mengelola bisnis rumah potong ayam, sebaiknya anda wajib untuk mengetahui hal ini. sebab, jika daging ayam telah dipotong sebelum umurnya, maka anda pun akan mendapatkan daging yang tipis.

Oleh karena itu, sebaiknya anda memotong ayam sesuai dengan umur yang telah ditentukan. Ayam broiler tersebut boleh dipotong jika sudah terpenuhi beratnya. Semisal, untuk bobot ayam minimal adalah sekitar 1 kilogram. Sedangkan bobot yang kurang dari itu sebaiknya anda tidak boleh untuk memotongnya.

4. Pengemasan dan Penyimpanan

Di dalam mengemas dan menyimpan ayam pun ternyata memiliki standarnya sendiri. Sehingga, jika anda terjun ke dunia ini tentunya wajib untuk tahu dan memperhatikan standarisasi ini. untuk pengemasannya, apabila karkas ayam tersebut dikirim ke luar kota, maka pastikan pengemasannya harus rapi.

Hal tersebut bertujuan agar nantinya daging tersebut tidak mengalami kerusakan selama perjalanan. Jika daging ayam rusak, hal ini akan berpengaruh terhadap nilai gizi yang dimiliki oleh daging tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya jika anda melakukan packing dengan baik dan teliti sebelum mengirimnya.

Selanjutnya yang perlu anda perhatikan saat mulai berbisnis rumah potong ayam ini adalah tahap penyimpanan. Pastikan anda memiliki mesin es flake yang mampu untuk menghasilkan es batu. Dengan adanya mesin ini akan membuat daging ayam tetap segar dan awet hingga sampai ke tangan pengunjung.

Itulah beberapa standarisasi yang harus anda penuhi ketika ingin menjalankan bisnis satu ini. hal tersebut dikarenakan dengan mematuhi standar pemotongan hingga penyimpanan ayam dengan baik, tentunya akan menjaga kualitas dari daging ayam yang anda hasilkan. Oleh karena itu, ketika ingin memiliki rumah pemotongan ayam yang bagus, pastikan untuk memenuhi standar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *