Bagi anda yang tertarik dengan untuk menggeluti usaha rumah potong ayam, maka standarisasi karkas ayam yang baik tentu wajib untuk diketahui. Sebab jika tidak melakukannya, maka anda bisa dikenai hukuman lantaran telah melanggar standar yang telah ditentukan pemerintah. Berikut standar karkas dari ayam broiler yang tidak boleh anda abaikan.

Standar Karkas Ayam yang Baik

Standarisasi Karkas Ayam

1. Penyimpanan

Mengapa penyimpanan menjadi standar yang disebutkan pertama kali ? Sebab penyimpanan daging ini harus disesuaikan dengan jenis serta karakteristik dari daging itu sendiri. Dan penyimpanan ini adalah salah satu langkah yang amat penting, jika tidak dilakukan dengan benar maka bisa mengurangi kualitas dari daging ayam tersebut.

Dalam hal ini, anda perlu mengenal beberapa istilah. Untuk daging karkas ayam segar, merupakan ayam yang telah dipotong kemudian tidak boleh didiamkan begitu saja pada suhu ruang lebih dari waktu 4 jam. Sehingga diperlukan penanganan lanjut yakni dijadikan sebagai karkas dingin.

Sementara karkas dingin merupakan karkas segar yang telah didinginkan dengan suhu tertentu. Sedangkan karkas beku adalah karkas segar maupun karkas dingin, yang sudah dibekukan dengan suhu mencapai minus derajat. Pada proses ini, anda bisa menghadirkan mesin flake untuk membantu pendinginan. Dimana mesin tersebut mampu menghasilkan es flake dengan suhu mencapai minus.

2. Pengemasan

Selain penyimpanannya, pengemasan menjadi standarisasi karkas ayam yang perlu diperhatikan dengan baik. Pasalnya, pengemasan yang tidak rapi bisa membuat daging di dalamnya mengalami kerusakan selama distribusi. Di samping itu, tidak akan ada konsumen yang tertarik untuk membeli karkas ayam dalam kemasan berantakan apalagi rusak.

3. Mutu Karkas

Pemerintah Indonesia mengatur mutu karkas yang diperjual belikan ke dalam tiga tingkatan mutu, dan yang terbaik yaitu mutu tingkatan pertama. Dimana semakin banyak kelainan yang ditemukan pada karkas ayam, maka mutunya pun akan semakin rendah. Sehingga anda harus berhati hati dalam menangani ayam pada proses budidaya maupun pemotongannya.

4. Umur Ayam

Standarisasi Karkas Ayam

Agar anda mendapat daging karkas yang sesuai dengan standar dari pemerintah, maka perlu memastikan terlebih dahulu umur ayam yang akan dipotong dan dijadikan sebagai karkas tersebut. Karena ayam yang belum mencapai umur tentunya tidak akan masuk ke dalam standarisasi karkas ayam, sebab dagingnya masih begitu tipis.

Umur pemotongan yang optimal pada ayam broiler yaitu sekitar usia 4 minggu. Meski begitu, sebenarnya anda bisa saja melakukan pemotongan terhadap ayam yang masih belum cukup umur. Namun dengan syarat bahwa ayam ini telah memiliki daging yang tidak begitu tipis, yakni minimal mempunyai bobot 1 kilogram.

5. Ukuran Daging

Berlanjut dari poin sebelumnya yang berkaitan dengan bobot daging ayam, ukuran karkas ini sendiri terbagi menjadi tiga jenis dalam standarnya yaitu ukuran kecil, sedang, dan juga besar. Dimana daging karkas ukuran kecil ini sebesar 1 kilogram, sementara ukuran besar bisa mencapai lebih dari 1,3 kilogram.

Agar bisa mendapatkan daging yang sesuai dengan standarisasi karkas ayam, maka dibutuhkan teknik yang baik dan benar dalam budidaya ayam broiler. Baik itu perihal pemberian pakan dan minum, vaksinasi, dan lain sebagainya. Sehingga pada saat memasuki masa panen, maka bobot ayam telah mencapai batas normal yang telah ditentukan.

Itulah beberapa standar dari karkas ayam yang baik, dan wajib untuk diketahui oleh para pebisnis RPA maupun peternak ayam. Dengan daging karkas berkualitas, tentu penjualan usaha yang anda geluti akan meningkat. Dan kebutuhan konsumsi daging ayam di tanah air yang terbilang sangat tinggi pun akan terpenuhi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *