Vaksin merupakan senyawa yang berfungsi membentuk daya tahan tubuh untuk melawan kuman penyebab suatu penyakit. Di dalam vaksin sendiri mengandung antigen yang telah dijinakkan, lalu disimpan pada cold room agar kualitasnya tidak berubah. Pertanyaannya adalah bagaimana cara menyimpan vaksin yang tepat ? Simak ulasan singkat berikut.

Tips Menyimpan Vaksin dengan Benar

1. Pengaturan Suhu Cold Storage

Berdasarkan sensitivitasnya, vaksin sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu tidak tahan terhadap suhu sangat rendah hingga membeku, namun ada pula yang tidak tahan terhadap panas. Anda harus memahami kedua perbedaan kebutuhan tersebut sebelum menentukan cara tepat untuk menyimpannya dengan tepat dan sesuai standar.

Beberapa jenis vaksin yang tidak kuat terhadap suhu dingin hingga beku adalah HPV, TT, DPT – HB – Hib, IPV, TD, serta vaksin hepatitis B. Sedangkan jenis vaksin yang tidak kuat hingga rusak akibat terpapar suhu tinggi yaitu vaksin campak Polio, serta vaksin BCG. Dengan mengetahui informasi dasar tersebut, kesalahan penyimpanan dapat ditekan dengan baik.

2. Menjaga Kestabilan Suhu

menjaga suhu tetap stabil merupakan salah satu cara menyimpan vaksin yang benar. Umumnya vaksin disimpan pada freezer room atau dikenal dengan cold room. Puskesmas idealnya menyimpan sejumlah vaksin di ruang pendingin yang dilengkapi dengan bukaan di bagian atasnya, dan diatur dengan suhu 2°C hingga 8°C.

Sayangnya lemari pendingin yang dilengkapi dengan pintu depan dianggap kurang efektif sebagai tempat penyimpanan vaksin. Namun tidak perlu khawatir, karena Anda bisa memastikan kestabilannya dengan memasang satu kotak pendingin dalam satu stop kontak. Berikan jarak sekitar 1 hingga 2 cm untuk setiap vaksin agar tersimpan dengan baik.

Jika terpaksa menyimpan vaksin di dalam kulkas rumah tangga, sebaiknya letakkan di lokasi yang tepat. Jangan simpan di bagian freezer karena dapat membeku, jangan pula menyimpannya di bagian pintu lemari es maupun di bagian bawahnya. Sebab Anda perlu mengisinya dengan cool pack terlebih dahulu, lalu dua kompartemen yang berada di tengah bisa diisi vaksin.

Cara menyimpan vaksin dengan kulkas masih sama seperti menggunakan cold storage, dimana Anda harus memberikan jarak 1 hingga 2 cm untuk setiap vaksinnya. Dengan cara ini, kualitas vaksin tetap terjaga dengan baik sekaligus meningkatkan kinerja lemari pendingin. Namun cara penyimpanan ini sebaiknya digunakan dalam keadaan genting saja.

3. Hindari Paparan Sinar Matahari Secara Langsung

Sudah Tahu Cara Menyimpan Vaksin Pada Cold Room ?

Ada beberapa jenis vaksin yang perlu mendapatkan perhatian lebih agar kualitasnya tidak berubah. Umumnya kondisi ini berlaku untuk jenis vaksin yang membutuhkan pelarut. Menjaganya dari paparan sinar matahari, adalah salah satu cara terbaik menyimpan vaksin. Pelarutnya pun tidak boleh tertukar, sehingga Anda harus menyimpannya secara terpisah.

4. Cara Membawa Vaksin dari Satu Tempat ke Tempat Lain

Selain mengetahui cara menyimpan vaksin yang tepat, Anda juga perlu mengetahui cara membawa vaksin dari satu tempat ke tempat berbeda. Agar kualitasnya tetap terjaga, Anda bisa menyimpannya di dalam vaccine carrier atau cold box sebagai solusinya. Cold box yang berisikan air terlebih dahulu dibekukan sekitar 12 jam di bawah suhu -5°C hingga 25°C sebelum digunakan.

Ada beberapa macam vaksin yang umum diberikan kepada manusia, mulai dari bentuk tetes minum maupun lewat suntikan. Hanya saja vaksin harus disimpan di tempat yang tepat agar kualitasnya tidak berubah sedikitpun. Menyimpannya di cold storage dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, termasuk salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *