Daging ayam menjadi salah satu bahan makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Tak ayal, mulai dari restoran ternama hingga pedagang kaki lima banyak yang menjajakan menu ayam. Ini membuat usaha rumah potong ayam menjadi peluang yang menggiurkan. Dalam hal ini ternyata penting untuk memiliki mesin flake, dan memperhatikan hal hal berikut.

Mempersiapkan Modal

Usaha Rumah Potong Ayam

Mempersiapkan modal menjadi salah satu hal yang wajib untuk anda perhatikan, jika ingin membuka usaha rumah potong ayam. Pasalnya ini merupakan hal yang paling dasar dalam memulai suatu bisnis, dan akan sangat mempengaruhi jalannya usaha ke depan. Misalnya saja jumlah modal yang kecil atau besar, modal pribadi atau pendanaan dari hutang akan sangat mempengaruhi.

Modal awal untuk memulai usaha rumah potong ayam sendiri digunakan untuk mempersiapkan pembuatan kandang, gasolec, tempat pakan, tabung gas, bohlam, sekop, pipa paralon, tempat minum, kabel, bibit atau dalam hal ini anak ayam, pakan, obat obatan dan juga vaksin, serta biaya operasional per bulan. Bahkan termasuk pula mesin flake untuk investasi jangka panjang.

Memilih Jenis Ayam

Mencari bibit unggulan memang wajib hukumnya, namun sebelum itu pastikan anda telah tepat dalam memilih jenis ayam. Dalam hal ini sebaiknya pilih jenis yang banyak dikonsumsi, sehingga nantinya penjualan bisa dilakukan dalam skala besar. Jika tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan publik, maka penjualannya pun bisa berada pada titik yang rendah.

Sehingga di sini ayam broiler bisa menjadi pilihan bagi anda, karena jenis tersebut merupakan paling banyak peminatnya. Bahkan masa pengembangan atau perkembangbiakannya juga terbilang cepat dan sebentar. Meski begitu jenis ayam lain seperti ayam kampung juga tidak masalah, karena peminatnya pun tidak sedikit.

Tips Penting Bagi Pemula

Usaha Rumah Potong Ayam

Semua orang bisa saja melakukan usaha ini, namun tidak semua mampu membawa bisnis tersebut ke jalan kesuksesan. Oleh karena itu, pemula harus memperhatikan beberapa tips. Karena selain modal usaha, dibutuhkan pula skill, pengetahuan, serta kemampuan dalam membaca peluang pasar agar usaha bisa terus maju.

Misalnya saja pengetahuan mengenai bagaimana membawa hasil potongan daging ayam, dalam keadaan yang tetap berkualitas ke klien atau konsumen. Tentu di sini anda membutuhkan mesin flake, untuk mengawetkan atau membutuhkan daging ayam. Cara inilah yang bisa dilakukan agar daging tersebut tidak menurun kualitasnya.

Selain itu sebelum melalui proses pemotongan, penting juga untuk mengetahui bagaimana kondisi ayam. Karena ayam yang dipotong harus dalam keadaan sehat, bukan yang sakit atau bahkan ayam tiren (ayam mati kemarin). Ciri ciri dari ayam sehat yaitu jika ayamnya mau untuk makan dan minum setelah didatangkan dari peternak.

Apabila anda mendapati ayam lebih banyak diam, atau unggas tersebut mengeluarkan binyi seperti suara serak. Maka ini bisa menjadi pertanda bahwa ayam tersebut dalam keadaan tidak sehat, sehingga harus segera dipisahkan dari ayam yang lain agar tidak menyebarkan penyakit. Beberapa mungkin juga tidak terlihat sedang sakit sebelum dipotong.

Oleh karena itu setelah pemotongan, maka harus diperiksa kembali bagaimana keadaan jeroannya. Jika ayam yang sakit, maka kondisi jeroan akan terlihat berbeda dengan ayam yang sehat. Baru setelah itu daging ayam yang sehat dibersihkan dan dipotong potong, kemudian disimpan dan dibekukan menggunakan es dari mesin flake.

Karena kebutuhan daging ayam tidak pernah ada habisnya, maka usaha pemotongan ayam sebenarnya tidak terlalu memiliki kendala yang berarti. Meski begitu beberapa pengetahuan tetap dibutuhkan, agar anda bisa menghadirkan daging yang berkualitas. Serta mampu menekan biaya yang dikeluarkan dalam serangkaian operasional usaha tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *