Ayam goreng atau fried chicken merupakan salah satu menu yang paling diminati oleh masyarakat. Dengan rasanya yang enak dan gurih, menjadikan olahan ini laris di pasaran. Untuk itu, pebisnis rumah potong ayam pun kerap kali kebanjiran pembeli yang ingin mengolahnya menjadi fried chicken. Untuk itu, berikut ini tips memilih karkas ayam untuk bahan dasar ayam goreng.

Bagaimana Tips Memilih yang Tepat?

1. Jangan Memilih Ayam Fillet

Hal pertama yang perlu anda hindari adalah memilih ayam fillet. Pasalnya, bagian yang paling disukai oleh konsumen ketika membeli ayam goreng adalah kulit. Jika anda membeli ayam fillet, tentunya bagian kulit tersebut telah dibuang. Hal ini membuat cita rasa akan berbeda.

Selain itu, jika anda memilih ayam fillet sebagai bahan dasar di dalam pembuatan fried chicken, maka akan membuat olahan ini menjadi tidak maksimal. Sebab, jika anda menambahkan tepung pada balutan ayam, akan cenderung sulit untuk menyatu ketika digoreng. Sehingga, anda bisa memilih ayam dengan memiliki lemak tebal untuk diolah menjadi fried chicken.

2. Memilih Ayam yang Mempunyai Bobot Maksimal

Tips Memilih Karkas Ayam Untuk Diolah Menjadi Fried Chicken

Jika anda membelinya di rumah potong ayam, pastikan untuk memilih ayam dengan bobot yang maksimal. Hal ini dikarenakan banyak pedagang fried chicken yang tidak mau menerima ayam ketika memiliki bobot yang ringan. Pasalnya, ketika anda memilih ayam dengan bobot yang berat, maka akan bisa diolah dengan lebih banyak dan menghasilkan keuntungan yang banyak pula.

3. Pilihlah Ayam Broiler

Sebagai pedagang ayam goreng atau fried chicken, sebaiknya anda memilih daging ayam broiler. Pasalnya, jenis ayam kampung atau ayam yang lain tidak cocok untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat fried chicken. Ayam jenis broiler dipilih lantaran memiliki harga yang murah dan juga terdapat kulit lemak yang tebal.

4. Memotong Ayam Sesuai Bagian

Ketika anda membeli daging di rumah potong ayam, pastikan untuk memilih karkas ayam yang telah dipotong sesuai dengan bagiannya. Untuk pemotongannya sendiri, anda harus melakukannya secara terpisah seperti bagian dada, sayap, paha atas dan bawa bawah. Hal ini dikarenakan fried chicken nantinya akan dijual berdasarkan bagian tersebut.

Penjualan pada bagian yang terpisah ini juga akan mempengaruhi harga jual dari fried chicken tersebut. Dengan begitu, alangkah lebih baik jika anda membeli daging ayam berdasarkan bagian bagiannya sehingga nantinya akan lebih mudah untuk mengolah dan menjualnya.

5. Perhatikan Jumlah Potongan

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam membeli karkas ayam untuk kebutuhan fried chicken adalah jumlah potongannya. Disini, sebenarnya jumlah potongan dari bagian ayam memiliki sifat yang fleksibel. Dimana anda bisa membeli dan menyesuaikannya dengan permintaan dari konsumen.

Namun apabila anda membelinya di rumah potong ayam, lebih baik meminta untuk memotongnya berdasarkan standar dari potongan karkas dan tidak lebih. Biasanya untuk potongan satu ekor ayam bisa menghasilkan 12 potong. Apabila memiliki potongan yang lebih banyak, maka nantinya akan menghasilkan ayam yang lebih kecil pula. Hal ini bisa menimbulkan komplain dari pembeli anda.

Apabila anda ingin membeli daging di rumah pemotongan ayam, ada baiknya anda memilih RPA yang memiliki mesin es flake. Pasalnya, mesin satu ini mampu menghasilkan es batu dengan kualitas terbaik. Sehingga akan membuat daging ayam lebih awet dan tahan lama. Hal ini membuat anda bisa mendapatkan daging ayam yang fresh untuk diolah menjadi fried chicken.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *